Perbandingan Tas Anak 90-an dan Tas Anak Zaman Now

Ketika kita hidup di zaman serba kekinian dengan kegandrungan akan internet dan media sosial, tentu segala sesuatunya berganti dengan sangat cepat termasuk dalam dunia mode, baik mode tas, sepatu, baju dan segala hal menuntut akan kebaruan, kreativitas dan inovasi. Akhirnya, kita akan selalu disibukkan dengan kebaruan, teknologi terbaru, hape dan peralatan elektronik terbaru dan alih-alih kita melupakan sesuatu yang pernah ada, mode-mode lama yang sangat dinikmati dengan waktu yang lama. Alangkah baiknya, kita mengingat mode yang pernah ada seperti mode 90-an.

Kalian yang lahir menjadi generasi milenial dan tidak mengetahui mode-mode yang pernah ngetrend di generasi sebelumnya, alangkah baiknya untuk sekilas menilik mode fashion, khususnya mode tas yang  sempat digandrungi. Dan bagi kalian generasi 90-an, tentunya kalian masih ingat zaman-zaman ketika kalian kecil dan merengek meminta tas model terbaru biar nampak keren. Di antara dua generasi, tentu kita tidak bisa mengklaim jika generasi 90-an lebih baik dari generasi sekarang pun sebaliknya, karena masing-masing tentunya merupakan keniscayaan dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, kita perlu belajar dari masing-masing generasi agar tidak terjadi gap antar generasi.

Generasi 90-an terkenal sebagai generasi yang sering bermain di alam bebas, lebih sosialis karena waktu bermain tidak terganggu dengan mainan gadget, dan benar-benar fokus terhadap dunianya bermain. Sedangkan anak milenial, atau biasa disebut dengan istilah anak zaman now, lebih menyukai permainan dengan sesuatu yang berbau modern, dengan smartphone mereka serta sudah mengenal internet. Kedua generasi ini sangat berbeda jauh dalam segala hal. Jika anak 90 an paling banter main ding dong atau gamebot, anak zaman now kemana-mana sudah membawa smartphone di tangan mereka. Dua generasi yang berbeda ini terepresentasikan oleh mode fashion termasuk mode tas yang digunakan.

Tas Sekolah Anak 90-an

 

tas anak sekolah vivass bag

Salah satu tas sera 90-an – yukepo.com

Tas sekolah anak generasi 90-an, tentu sangat familiar dengan merk Alpina ini, bahkan kalau kalian sedang nongkrong atau tengah berkumpul dengan kawan-kawan, setidaknya remaja pada zamannya pernah ngomongin merk ini. Konon tahun 90-an sarat dengan fashion yang ikonik. Kalian yang ngaku menjadi angka generasi 90-an dan gak punya tas merk ini, berarti kalian bukan anak yang gaul dan tidak memahami trend fashion yang booming dan menjadi banyak pembicaraan.

Setidaknya kalau kalian tidak memiliki tas merk ini, tentu kalian pernah merengek manja kepada mama papa untuk dibelikan tas merk ini, apalagi kalau sudah waktunya kenaikan kelas. Karena selain dianggap keren oleh anak-anak pada zaman now, tas ini juga tidak semahal tas-tas model sekarang, atau model tas di zamannya yang juga ngetrend. Tas Alpina ini banyak disukai karena selain memiliki berbagai pilihan warna, tetapi juga memiliki desain yang simpel dan tidak kebanyakan pernak-pernik di sana sini. Simpel, desain oke, murah dan tersedia berbagai warna, tentu menjadi idaman banyak orang. Tas ini juga cocok digunakan baik oleh perempuan atau laki-laki.

Namun kalau kalian mau memperhatikan, tas Alpina ini sebenarnya desain awal untuk tas daypack yang kemudian ngtrend di zaman selanjutnya. Tas model Alpina ini berbahan parasut yang sangat sederhana gak neko-neko dengan bentuk yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, terdiri dari satu kantong besar dan kantong kecil di depan, serta cocok digunakan kemana-mana selain untuk pergi ke sekolah.

tas sekolah anak murah

Logo Tas Brand Alpina – Liputan6

Pada tahun 90-an, selain mengeluarkan tas Daypack, Alpina  juga mengeluarkan produk andalan lainnya berupa keril, serta pakaian Autdoor yang tentunya uga tidak asing bagi generasi 90-an. Merk ini juga sezaman dengan merk lainnya seperti Eiger, serta Jayagiri.

Di bawah naungan perusahaan yang sama, Adriyanto, sang pemilik Alpina, juga menggebrak pasar dengan produk baru dengan membidik anak-anak muda. Produk baru tersebut yakni Giant Outdoor Sport (GOS) yang juga tidak kalah sukses dan booming bagi generasi 90-an. Merk Alpina sendiri booming sekitar tahun 1985 -2000.

Produk GOS juga didesain dengan mengikuti perkembangan anak-anak muda dengan tampilan yang lebih modis dan variatif. Sekitar 500 jenis produk seperti ransel, tas, jaket, celana lapangan, jas hujan, dan berbagai keperluan lainnya seperti produk-produk out door untuk camping. Produk ini disambut masyarakat karena selain desainnya yang bagus juga memiliki bahan yang bermutu dengan mengimpor bahan-bahan bakunya dari Jepang.

Untuk memperlebar usahanya, sang owner Adriyanto menjalin kerja dengan agen penjual dan pusat-pusat belanja besar di tanah air. Karena populernya merk ini dan banyak yang menukai, pesanan pun terus berkembang bahkan dalam sebulan perusahaan ini mampu membuat minimal 15 ribu item produk dengan perusahaan yang berada di kawasan Condong Bandung, kiblat fashion Indonesia.

Selain karena sudah memiliki brand yang dipercaya oleh masyarakat, SOG ini juga memiliki harga yang terjangkau dibandingkan dengan merk lainnya seperti Eiger. Harga per item pada waktu itu dibandrol sekitar Rp35.000,- hingga Rp500.000,- dan menjadikan SOG ini melambung di kalangan remaja khususnya remaja yang menyukai kegiatan-kegiatan outdoor seperti pecinta alam atau dan olahragawan. Selain murah, GOS juga memiliki desain yang inovatif dan banyak pilihan model serta adanya garansi toko.

Selain merambah pasar tanah air, produk ini juga ternyata sudah merambah ke pasar internasional dengan mengekspor ke negara-negara seperti Swiss, Belanda dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

tas sekolah anak cokelat

Logo Brand Giant – Liputan6

Pada era 90-an, merk tas Alpina memiliki persaingan yang sangat ketat dengan merk Eiger atau PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk produk tas ranselnya. PT Eigerindo Multi Produk Industri ini ternyata tidak hanya memproduksi tas namun juga peralatan outodor lainnya seperti peralatan kemah, peralatan rekreasi alam, dan pakaian-pakaian. Namun untuk produk tas Eiger, di mata generasi 90-an juga tidak kalah populer dibandingkan tas Alpina, dan keduanya bersaing sangat ketat.

Perusahaan Eiger merupakan perusahaan yang didirikan oleh Ronny Lukito pada tahun 1990. Antara Eiger dan Alpina memiliki kekuatan yang sama, yakni pada kekuatannya produk yang dihasilkan dengan bahan baku yang memiliki kualitas yang tinggi. Namun tentu sama-sama memiliki kelemahan, untuk Alpina memiliki kekuatan lain yang tidak dimiliki oleh Eiger yakni harga yang lebih murah dibandingkan Eiger namun untuk desain dan finishing Alpina dapat dikatakan kalah saing. Hingga akhirnya pada tahun 2009, perusahanan Alpina mengalami gulung tikar meskipun kemudian bangkit kembali. Tas Eiger, tidak saja dikenal oleh generasi 90-an, bahkan hingga sekarang brand merk ini juga populer di mata generasi milenial, bahkan bisa dikatakan lebih dikenal dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dan inilah kehebatan dari brand merk ini yang mampu terus berinovasi dengan daya kreativitas tinggi.

Artikel sebelumnya ‘Berawal dari Konveksi Tas Rumahan, Inilah Perusahaan Tas Pertama di Indonesia’

Merk ini sebenarnya diambil dari nama gunung Eiger di Swiss, dan sangat terkenal di Alpen Bernese, Swiss dengan ketinggian 3.970 meter di atas permukaan laut. Selain itu, merk ini juga datang dengan tiga merek utama yakni Eiger dengan posisi gaya hidup petualangan, Bodypack dengan posisi e-gaya hidup, dan Nordwand dengan posisi outdoor. Selain mendapatkan sambutan di dalam negeri, merk ini juga sudah melebarkan sayap ke pasar internasional.

tas seminar anak warna

Situasi camping dengan brand Eiger

Tas Anak Zaman Now

Ketika menilik model tas zaman old “90-an” terasa memiliki model begitu-begitu saja, tas generasi milenial atau bisa disebut tas anak zaman now, memiliki model yang sangat beragam dengan model yang berganti secara cepat dan memiliki fungsi yang lebih kompleks. Untuk anak-anak sekolahan, terutama untuk cewek, banyak yang memilih tas dengan model bunga-bunga yang simpel dengan mengikuti model K-PoP, model ke-Korea-Koreaan, karena budaya Korea juga tengah ngetrend di kalangan remaja putri.

Sedangkan model untuk anak cowok cenderung lebih simpel, natural serta memiliki desain yang tidak terlalu cepat berganti seperti model tas remaja putri. Jika di tahun 90-an kalian tahu tas model Tersayang, model tas putri kini juga sebenarnya tidak beda jauh dengan tas model Tersayang dahulu, namun tas model zaman now yang dipakai oleh remaja putri memiliki pernak-pernik lengkap, penuh gaya, lebih kreatif dan lebih hidup serta nampak girly. Beda dengan model zaman dulu yang simpel dan cenderung elegan dengan tidak memainkan banyak karakteristik .

Sedangkan tas kekinian untuk orang dewasa, atau generasi 90-an yang kini sudah berusia dewasa, sering kali menggunakan tas yang lebih simpel, namun berkelas dan tetap stylish dengan tidak meninggalkan unsur fungsi. Biasanya mereka menggunakan tas ini ntuk jalan ke mall, untuk pergi ke kampus, atau keperluan lainnya yang menuntut gaya casual seperti tas model Patch Tote Bag.

Janis tas lainnya, yakni Tote bag, juga banyak digunakan remaja putri untuk anak-anak SMP atau SMA dengan bentuk yang simpel, dan lebar namun tidak terlalu besar sehingga banyak digemari. Namun tas ini digunakan ketika posisi sedang santai seperti ketika tidak membawa leptop, atau sekadar untuk membawa buku atau kamus. Tas dengan model ini biasanya dibandrol sekitar Rp100,000. Namun orang-orang dewasa juga banyak yang menggunakan tas ini karena motifnya yang khas.

Selain itu, ada juga model Plain Backpack yang banyak digemari oleh anak-anak SMA. Tas ini berupa tas ransel polos. Logikanya, anak zaman SMA kan sedang dalam masa pendewasaan sehingga sudah enggan menggunakan tas yang lucu-lucu dengan motif bunga atau kartun seperti anak SMP. Karena bentuknya yang besar, tas ini bisa digunakan kemanapun dengan tanpa pusing menenteng barang-barang lainnya karena tas ini muat banyak barang termasuk laptop. Untuk harganya juga biasanya berkisar 100 IDR hingga 200 IDR tergantung kuatnya bahan dan merk.

Dan untuk model tas yang paling ngetrend dan paling banyak dicari saat ini yakni model tas yang sesuai untuk segala usia dengan desain simpel dan mendukung untuk generasi zaman now yang sangat dekat dengan gadget. Tas ini bisa digunakan saat bekerja, kuliah, sekolah atau bahkan traveling dan memiliki banyak organizer yang mampu menampung berbagai barang dan mudah digunakan serta savety.

Tas model ini bisa untuk membawa laptop karena tersedia ruangan khusus untuk laptop dengan model yang mampu mengantisipasi pencurian sehingga ketika kalian beraktivitas di luar ruangan kalian tidak takut kecopetan. Selain muat untuk laptop, karena memiliki ruangan yang lebar, tas ini juga mampu menampung berbagai barang lainnya sehingga bagi kalian yang mahasiswa dengan harus membawa laptop dan banyak buku, kalian tidak perlu pusing. Tak berhenti di situ, tas ini juga dilengkapi dengan USB charger di sisi samping bagian tas sehingga tidak perlu kerepotan ketika kalian kehabisan baterai smartphone.

Pada perkembangannya tentu saja bukan hanya tas anak sekolah, tas kantor ataupun tas formal lainnya, tetapi juga tas merchandise sebagai keperluan promosi seperti tas seminar, tas souvenir, tas lainnya yang diproduksi pabrik tas lokal bisa saja menggunakan desain yang responsif sesuai perkembangan zaman dan selera customer.

Bagi Anda yang memerlukan tas untuk kebutuhan promosi atau tas seminar, jangan segan untuk berkonsultasi dengan kami. Dapatkan tas seminar murah dan berkualitas langsung dari tangan produsen Vivass Bag.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked