Jenis-jenis Kain sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tas

Jenis kain sebagai bahan dasar pembuatan tas memiliki sifat dan tekstur yang berbeda-beda, disesuaikan dengan fungsi tas itu sendiri. Membuat sebuah tas bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan ketelitian dan  ketepatan pola agar sesuai dengan desain yang diinginkan juga memiliki jahitan yang rapi dan presisi. Maka penjahit pakaian belum tentu mampu mengerjakan pembuatan tas. Oleh karena itu, dibutuhkan pengrajin khusus yang telah melalui latihan keterampilan pembuatan tas. Jenis tas pun bermacam-macam, mulai dari tas ransel, tas selempang, tas bahu, tas pinggang dan tas lainnya. Tentu saja memiliki pola yang berbeda, maka seorang pengrajin harus memahami semua pola tas tersebut.

Adapun bahan yang digunakan untuk pembuatan tas, disesuaikan dengan kebutuhan tas itu sendiri. Berikut macam-macam bahan dasar untuk membuat tas

Kulit

Bahan Kulit binatang ini atau disebut genuine leather merupakan salah satu bahan yang memiliki harga tinggi selain karena kekuatannya yang tahan lama, bahan dasar kulit binatang ini terhitung sulit didapatkan dan memiliki proses yang lebih pelik dari bahan lainnya. Misalnya; kulit sapi, domba, buaya hingga kulit ular. Semakin langka binatang yang dicari maka semakin mahal bahan dasar kulit dari binatang tersebut. Ada pula bahan kulit sintetis atau disebut faux leather merupakan kulit buatan manusia yang terbuat dari plastik, keunggulannya lebih mudah didapatkan dan memiliki harga lebih murah. Tentu saja, soal kekuatan kulit asli memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan kulit sintetis. BIasanya tas yang berbahan kulit ini digunakan untuk keperluan tas kantor, tas sekolah dan tas pesta.

Polyster

Tas seminar yang berbahan dasar polyster

Contoh tas berbahan polister

Polyster merupakan kain yang memiliki bahan dasar plstik sintetis, bukan berasal dari olahan bahan-bahan alami. Bahan ini memiliki keunggulan tahan air, sehingga cocok digunakan untuk bahan dasar tas hiking atau tas keperluan naik gunung. Tetapi pada dasarnya, bahan polyster ini dapat digunakan untuk segala macam tas. Kekurangannya, polyster ini bersifat tidak menyerap keringat sehingga memantulkan panas saat digunakan. Bahan dasar ini juga digunakan pada tas secara umum, begitu juga dengan tas seminar yang dirpoduksi oleh Vivass Bag.

Kanvas

Tas seminar berbahan kanvas

Contoh tas berbahan dasar kanvas

Bahan kanvas ini merupakan campuran antara polyster dengan katun, walaupun saat ini kanvas kebanyaka berbahan dasar linen atau kapas, akan tetapi dengan teknologi tertentu maka tidak mengurangi kadar ketahanan kain kanvas ini. Kain kanvas memiliki serat tebal dan menyerap air sehingga banyak juga digunakan sebagai bahan dasar tas outdoor. Bahan ini juga salah satu bahan tas seminar yang paling mahal tidak seperti bahan drill bisa dibuat menjadi tas seminar murah namun bukan berarti tidak berkualitas.

Dinier

Ada juga kain sebagai bahan dasar pembuatan tas yang dinamakan dinier, bahan ini terbuat dari nilon sehingga memiliki tekstur yang fleksibel. Bahan ini mulai tren pada tahun 2013 hingga sekarang. BIasanya digunakanu untuk bahan dasar tas anak dengan gaya korea. Biasanya tipe tas rucksack yang banyak menggunakan bahan ini.

Satin

Ternyata selain digunakan sebagai bahan pakaian, satin juga sering digunakan untuk bahan pembuatan tas. Namun digunakan sebagai lapisan luar dan ornamen saja. Teksturnya mengkilap sehingga banyak digunakan untuk tas pesta dan identic dengan wanita. Satin ini terbuat dari beragam bahan, mulai dari wol bercampur polyster yang diolah teknologi tertentu sehingga menghasilkan kain bernama satin. Pada awalnya satin ini hanya terbuat dari sutra, akan tetapi seiring banyaknya permintaan dari berbagai kalangan maka satin dibuat dari bahan-bahan sintetis untuk menjaga eksistensi dan mengendalikan harga pasar.

Denim

Dari namanya, biasanya setiap orang langsung mengetahui bahwa kain bahan dasar pembuatan tas jenis ini sering digunakan untuk pembuatan celana jeans. Pada awal sejarahnya, denim ini diambil dari nama kota di Prancis, kota Nimes. Awalnya bahan ini disebut dengan Serge de Nimes, kemudian seiring dengan transformasi Bahasa penduduk sekitar namanya berubah menjadi de nims. Meskipun bahan jenis ini sering digunakan untuk bahan baku celana jeans, akan tetapi pada perkembangannya tidak sedikit tas yang terbuat dari bahan denim, memiliki kesan maskulin dan santai.

Demikianlah beberapa jenis bahan dasar untuk membuat tas, menurut Anda bahan dasar mana yang paling bagus? Jawabannya ada pada aktivitas Anda masing-masing. Maka gunakanlah tas sesuai kebutuhan Anda, misalkan menggunakan tas kantor untuk keperluan kantor tanpa memasukkan barang bawaan yang berlebihan. Jangan menggunakan tas kantor untuk keperluan traveling karena tidak sesuai dengan daya tahan tas tersebut.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked