Berawal dari Konveksi Tas Rumahan, Inilah Perusahaan Tas Pertama di Indonesia

Mungkin memang bukan merupakan pabrik tas pertama di Indonesia, dan sejauh ini memang tidak ada literatur yang menyatakan secara jelas nama perusahaan tas yang pertama kali memproduksi tas di Indonesia. Namun salah satu produsen tas yang sudah sangat lama sekali berdiri hingga kini yakni PT. Eksonindo Multi Product Industry (EMPI), salah satu perusahaan yang pada mulanya hanyalah sebuah firma kecil yang memproduksi tas, fashion, dan aksesoris lainnya. Pada awal berdirinya yakni pada tahun 1956, firma ini memproduksi tas-tas sekolah dengan berbagai model. Dan pada tahun 1979, perusahaan ini kemudian menjadi lebih besar dan dijalankan oleh pengusaha terkenal Ronny Lukito dengan moto “To be the frontier bags and fashion industries”.

Artikel Sebelumnya ‘Desain Tas Keren Anak Bangsa yang Mendunia’

Ronny Lukito membangun bisnisnya dari nol, karena dia sendiri bukan berasal dari keluarga kaya. Masa kecilnya pun ia habiskan dengan prihatin dan mencari pundi-pundi uang untuk menambah uang jajannya. Pada tahun 1976, Ronny masih berada di STM ayahnya sudah memulai bisnis tas dengan merk Butterfly, nama yang diambil dari merk mesin jahit terbaik waktu itu. Setelah membantu bisnis tas ayahnya, ia kemudian mendirikan bisnis yang sama dan kemudian terus berkembang hingga tas yang ia produksi masuk ke mall-mall seperti Matahari.

PT. Ekosindo Multi Product dengan Tas dengan Brand Ternama

Kini PT. Eksonindo Multi Product Industry telah berhasil mengeluarkan berbagai merk terkenal seperti Export, Eiger, Bodypack, Neosack, Xtreme, Nordwand yang terkenal tidak hanya di dalam negeri tetapi juga sudah sampai negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina, Lebanon, Jepang. Masing-masing anak produk dari EMPI memiliki target yag berbeda-beda.

Untuk merk Exsport, berada di bandung dengan areal 6,000 meter persegi. Pada awalnya nama merknya yakni Exxon namun karena mirip dengan perusahaan minyak Exxon Mobil Corporation, maka kemudian diganti dengan merk Export dengan menyasar anak muda seperti remaja khususnya cewek dengan desain warna yang cerah dan khas.

konveksi tas seminar

Salah satu tipe tas Export – kindistore.com

Merk kedua yakni Eiger yang lahir pada tahun 1993, sebuah nama yang diambil dari salah satu gunung di Swiss yakni Gunung Eiger. Tas ini merupakan tas model out door yang biasanya digunakan oleh para pecinta alam. Kalian yang sering melakukan traveling, naik gunung, kemah, pannjat tebing, dan aktivitas aout door lainnya tentu tidak asing dengan merk ini. Bahkan, merk ini meruypakan salah satu merk favorit bagi para pecinta alam karena kualitasnya yang awet dan tahan lama. Pabrik ini kini berada di Soreang Bandung.

Merk ketiga yakni salah satu produk yang ditujukan untuk menunjang aktivitas keseharian dunia modern yang dalam kesehatriannya sangat akrab dengan perangkat teknologi modern seperti gadget, laptop, tab dan perangkat elektronik lainnya. Selain itu, body dari tas ini juga diciptakan stylish dan kekinian sehingga digemari oleh masyarakat secara luas, khususnya anak zaman now. Merk tas lainnya yakni Neosack, yang diciptakan untuk melengkapi peralatan sekolah anak-anak SMP-SMA.

perusahaan tas Indonesia

Tas gunung Eiger – eigeradventure.com

Xtreme, adalah merk lainnya yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan para rider khususna para pria sehingga produknya memiliki desain yang sangat macho dan melambangkan ketangguhan pemakainya.
Terakhir mirip dengan Eiger, Nordwand juga diproduksi untuk memenuhi kebutuhan para petualang. Bedanya denga Eiger, merk ini memiliki harga yang lebih mutrah dibandingkan dengan Eiger. Dalam setahun, perusahaan bis memproduksi sekitar 2,500,000 unit tas dengan 8,000 desain yang berbeda.

Dengan banyaknya merk yang yang diproduksi oleh EMPI, memiliki tujuan untuk memonopoli pasar sehingga masing-masing merk nmerajai pasaran namun tetap memiliki spesifikasi pasar yang spesifik. Seperti merk untuk berpetualang, dengan merk untukke sekolah dan pergi ke kantor.

PT. Elizabeth Indo Permai Lahir dari Bisnis Tas Rumahan

Perusahaan kedua yang memiliki usia tua dan masih eksis hingga saat ini yakni PT. Elizabeth Indo Permai yang kini telah berusia lebih dari 50 tahun, yang itu artinya hanya memiliki selisih beberapa tahun dengan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 lebih tepatnya bisnis tas ini dimulai pada tahun 1963 dengan brand tas Elizabeth.
Merk tas ini merupakan milik pasangan Handoko Subali dan Elizabeth Halim yang pada mulanya merintis bisnis tas di rumahnya dengan bermodalkan mesin jahit dan sepeda untuk menawarkan dagangannya. Dan kini, mesin-mesin modern telah menggantikan mesin-mesin jahit yang dulu digunakan oleh Elizabeth untuk memproduksi tas. Bahkan, penerus perusahaan pun telah berganti ke generasi selanjutnya yang itu berarti perusahaan ini memang pantas diacungi jemppol karena mampu bertahan hingga setengah abad. Kini handoko sendiri telah berumur 85 tahun sedangkan istrinya berumur 75 tahun.

Produsen tas pertama di Indonesia

Pasangan suami-istri Handoko dan Elizabeth – blognoerhikmat.wordpress.com

Di tahun 1963, pasangan suami istri Handoko Subali dan Elizabeth Halim memilih untuk berbisnis tas, dan tidak dinyana jika pilihan bisnisnya tersebut kini berbuah manis. Merk yang mereka gunakan adalah nama yang sama dengan nama istrinya, Elizabeth. Dan meski disebut sebagai tas lokal, namun merk tas ini bisa dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dan hampir merata dengan memiliki 45 gerai yang tersebar.

Pada mulanya Handoko hanyalah seorang buruh yang bekerja untuk membuat tas, namuan kemudian dia memutuskan untuk keluar dari pabrik tas dan mencoba peruntungan dengan membuat tas sendiri dengan dibantu oleh sang istri. Keduanya kemudian memulai bisnis tas di rumahnya yang beralamatkan di Kebon Tangkil, Gardujati Bandung dengan hanya mengandalkan satu orang penjahit.

produsen tas pertama indonesia, konveksi tas seminar

Salah satu tipe tas Elizabeth – elizabeth.co.id

Karena dengan modal yang pas-pasan, ia kemudian memasarkan sendiri tas buatannya dengan mendatangi toko per toko alias door to door, menawarkan ke semua orang yang ia temui dengan menggunakan sepeda kumbang juga menggunakan bus untuk menawarkan tasnya ke kota-kota lainnya oleh satu orang salesman kepercayaannya.

Produk pertama yang dibuat oleh Elizabeth adalah traveling bag model tas yang biasa digunakan untuk bepergian jauh dengan meniru model tas perjalanan buatan luar negeri. Beruntungnya, tas model tersebut ternyata sangat diminati dan laku keras. Pada mulanya, ia hanya mampu menjual 20 tas dalam sebulan, kemudian berangsur meningkat pada akhir tahun 1963, dalam sehari rata-rata mampu memproduksi sebanyak 6 lusin dengan mempekerjakan 8 orang tenaga kerja.

Karena permintaan dari toko-toko semakin melonjak, dan mereka meminta desain yang berbeda, maka Handoko pun kemudian memperbaharuinya secara berkala. Kelebihan lainnya yang disukai dari traveling bag milik Handoko adalah modelnya yang aktual dan kualitas bahan yang kuat. Kendatipun Handoko tidak menggunakan merk dagang seperti sekarang, ia sedari awal memang sudah menggunakan bahan-bahan impor.

Inovasi pun terus ia lakukan, dari bermula hanya memiliki satu karyawan, kemudian terus bertambah seiring berjalannya waktu hingga memiliki 30 karyawan baru untuk membantu Handoko memenuhi permintaan para reseller. Produk tas kemudian berkembang dan tidak hanya memproduksi traveling bag tetapi juga merambah ke industri produksi tas sekolah, tas kantor, koper, tas wanita dan model tas lainnya. Merk dagang pun kemudian tercantum di tas yang ia produksi dengan menggunakan nama istrinya sebagai merk dagang mulai tanggal 1 Januari 1968. Dan pada tahun 1974, nama ini juga dipakai untuk merk dagang tokonya.

Bisnis Handoko ini terus berkembang dan pad atahun 1985, Handoko beserta istri kemudian membeli tanah di Leuwigajah, kawasan industri Cimahi. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1987 berdiri pabrik tas dalam satu tempat dengan dibantu 150 orang karyawan.

Permintaan akan tas yang ia produksi terus melonjak dan perusahaan yang ia rintis sejak nol pun semakin berkembang. Bahkan, salah satu model tas wanita yang ia produksi waktu itu menjadi primadona dan menjadi salah satu barang fashion yang paling dicari hinga mampu menjual 300.000 pcs tas serta mampu bertahan 10 tahun. Tak berbeda dengan tas wanita yang waktu itu terkenal sebagai tas ayam, prooduk tas yang lainnya juga tak kalah laku karena sama sama mampu bertahan lama.

Produk tas ini kemudian merambah hingga ke luar Bandung, dan merata di kota-kota besar Indonesia. Sampai perusahaan ini settle, Handoko pun kemudian membuka gerai sendiri bahkan bisa dibilang sebagai showroom untuk produk-produk Elizabeth-nya di Jalan Ibu Inggit Garnasih 15, Bandung yang bahkan memiliki 5 lantai sekaligus.

Kini perusahaan yang memiliki merk dagang Elizabeth itu diteruskan oleh anak-anaknya. Dari yang semula hanya mampu memproduksi sekitar 20 pcs tas dalam sebulan, kini Elizabeth mampu memproduksi sekitar 30.000 pcs dengan jumlah karyawan sekitar 800 orang. Meskipun masih terus memproduksi berbagai model tas, Elizabeth kini fokus memproduksi tas wanita dengan mengikuti perkembangan zaman.

Meskipun produksi terus meningkat, Elizabeth tetap berpegang pada prinsip untuk menjaga kualitas produksi, bagus namun cepat. Bahkan dalam satu minggu, berbagai model bisa dikeluarkan hingga 30-50 model tetapi tidak memproduksi dalam jumlah banyak. Sehingga inovasi menjadi salah satu kata kunci dari berjayanya merk dagang Elizabeth ini, dan tentunya dengan masih menggunakan bahan baku impor sebagai bahan baku utama.

Bagi seorang wanita, bepergian tanpa membawa tas seperti ada yang kurang dan tidak lengkap. Selain karena fungsi tas sendiri sebagai wadah untuk membawa barang-barang yang diperlukan, tas kini khususnya untuk para perempuan, juga merupakan sebuah gaya hidup, dengan kata lain orang membawa tas tidak semata karena memang membutuhkan wadah, namun juga tas yang mereka kenakan merupakan representasi dari siapa mereka, dari status sosial yang mereka miliki.

Menilik hal tersebut, wajar jika kemudian merk Elizabeth kini fokus untuk menjadikan wanita sebagai tujuan pasar. Selain karena merk ini sudah sangat familiar di telinga masyarakat, Elizabeth juga dianggap berhasil menjaga kualitas produk tasnya, seperti tetap menggunakan kulit meskipun menggunakan kulit sintesis, menggunakan bahan impor dan memiliki kualitas yang tinggi dan jangan khawatir, karena untuk beberapa model tas wanita yang diproduksi Elizabeth juga ternyata menggunakan bahan kulit asli.

Kini, untuk menemukan tas ini, tidak perlu repot-repot untuk datang ke gerainya langsung, tetapi bisa juga melalui sistem online yang kini marak digunakan. Selain itu, merk tas ini juga memiliki harga yang murah sehingga terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah.

Beberapa pencapaian yang pernah dicapai oleh Handoko yakni pernah menjabat sebagai Presiden Komunitas Marga Lie Sedunia dan wilayah Bandung. Handoko juga menjadi chairman yayasan Sosial Dana Priangan selama 3 periode serta sempat mendapatkan penghargaan Upakarti pada tahun 1998 sebagai Bapak Peduli Industri Kecil. Sementara istrinya, Elizabeth Halim pernah terpilih menjadi salah satu tokoh Kartini Indonesia pada tahun 1995 bersamaan dengan 20 perempuan lainnya yang dianggap mampu mendobrak inovasi pada zamannya.

Seperti itulah perkembangan perusahaan tas di Indonsia sebagai pelopor, tidak menutup kemungkinan masih banyak nama atau brand lain yang juga turut membuka cakrawala industri tas di Indonesia. Salah satu pelajaran yang dapat diambil bahwa tidak ada perusahaan yang langsung melangit tetapi berawal dengan membumi terlebih dahulu. Mungkin berawal dari konveksi tas baik itu konveksi tas seminar, pabrik tas rumahan, bahkan tas hand made sekalipun. Bisa juga berawal dari memproduksi tas suvenir, tas seminar, atau tas pelatihan dengan harga murah atau tas seminar murah namun tidak menutup kemungkinan setelah brand melejit, atmosfer para para customer semakin berkembang. Namun apapun yang terjadi setelahnya, maka karakter pebisnis harus tetap membumi tidak cepat merasa puas untuk terus berubah lebih baik. Sehingga customer tidak akan pernah bosan untuk menjadi pelangan setia, mengingat sebuah perusahaan itu besar karena customernya sebagai pembeli ataupun sebagai pemesan tas itu sendiri.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked