Tas Seminar: Bahan Tas Kresek yang Bisa Hancur dan Tidak Bisa Hancur

tas kresek

Bukan saja Indonesia, dunia juga dihadapkan dengan permasalahan yang sama yakni adanya sampah yang menggunung dan mengganggu lingkungan dan bahkan tidak bisa diurai. Sampah sendiri yakni suatu bahan habis pakai atau sisa yang sebenarnya ada beberapa yang dapat didaur ulang dan ada yang tidak dapat dimanfaatkan kembali. Sampah terdiri dari dua golongan yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik yakni sampah yang berasal dari organisme, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda-benda mati. Beberapa contoh sampah yang organik misalnya kulit jeruk, kulit durian, nasi basi sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, aluminium, sepatu, styrofoam.

Jangan lewatkan artikel sebelumnya ‘Bahan Baku Pembuatan Tas Kulit Sintetis dan Genuine’

Bayangkan berapa banyak sampah yang menumpuk, tidak saja di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Sumbangan yang biasa kita lakukan banyak sekali, khususnya peringkat tertinggi diraih oleh sampah anorganik alias sampah yang sangat sulit mengalami penghancuran. Sampah anorganik sangatlah membutuhkan waktu lama dari yang berbulan-bulan hingga perpuluh-puluh tahun untuk dapat hancur dan melebur bersama tanah. Jasad-jasad renik alias bakteri, jamur yang bertugas sebagai pengurai mengalami kebingungan untuk mendekomposer sampah dari benda mati.

Sampah-sampah yang terus mengalami peningkatan, seperti botol plastik, benda ini sangat beragam dan meningkat bahkan terus bermunculan pabrik-pabrik pun terus mengeluarkan berbagai macam sampah sejenis seperti boto air mineral, soft drink, jus instant, dan berbagai lainnya. Tetapi tahukah, jika botol-botol plastik tersebut baru akan bisa hancur setelah 50-100 tahun, tepatnya botol-botol tersebut baru bisa melebur dengan tanah. Selanjutnya benda yang pasti kemanapun kita berbelanja akan mendapatkan kantong plastik. Sampah kantong plastik dapat hancur 10-20 tahun. Selain itu zaman sekarang semua barang yang diperjualbelikan pasti berbahan dasar plastik entah dari cover, dominan plastik, ataupun bagian dalam dan luar pasti terlapisi plastik. Jenis-jenis plastik ini dapat hancur dengan membutuhkan waktu 50-80 tahun.

Selain itu, botol-botol aluminium bungkus minuman kita baru akan hancur 80-100 tahun. Barang yang sejenis lainya adalah aluminium murni yang juga sama hancurnya menunggu 80-100 tahun. Sampah lainnya misalnya rokok, rokok ada yang memiliki filter dan non filter. Satu anak laki-laki merokok dapat merokok 1-2 bungkus alias 24 batang per hari. Bayangkan saja jika ada 10 orang merokok setiap harinya dikalikan 24 batang sudah berapa ratus batang atau bekas filter yang dibuang begitu saja? 240 batang/hari filter rokok terbuang begitu saja. Barangkali rokok filter untuk mengurangi asap yang masuk dalam tubuh supaya kesehatan tidak terlalu terganggu tetapi ternyata tetap saja keberadaannya merugikan orang lain, merugikan alam, merugikan pemandangan indah jadi kumuh hanya gara-gara filter rokok yang dibuang sembarangan belum lagi masalah hancurnya filter rokok membutuhkan waktu sekitar 10 tahun.

Akhir-akhir ini, banyak mall-mall dan tempat-tempat belanjaan yang menyediakan kantong plastik ramah lingkungan, yang diklaim bisa hancur dengan sendirinya namun kenyataannya, sampah plastik ramah lingkungan tersebut atau biasa disebut dengan plastik oxium tidak dapat mengurai secara alami dan bahkan berkebalikan dengan yang dipikirkan oleh para penggunanya. Sebagian besar orang menganggap bahwa plastik oxium bersifat “organis”, tidak lagi “non-organis”, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan. Padahal, apa yang dimiliki plastik oxium dan tidak dimiliki kantong kresek biasa hanyalah kemampuan ‘memecah diri’ jika terkena panas atau cahaya.

Berbeda dengan anggapan orang kebanyakan, ternyata plastik oxium tetap sangat sulit untuk terurai secara alami, karena sebagian besar komponen penyusunnya adalah minyak bumi. Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan degradable pada plastik oxium adalah “dapat terpecah dengan mudah”, bukan“mudah terurai secara alami.” Kecuali jika tertera tulisan “100% BIODEGRADABLE”, ini berarti benar-benar bisa terurai secara alami secara cepat, dan biasanya plastik dengan sifat ini disebut “bioplastik”.

tas kresek

Proses biodegradasi melibatkan mikroba, sedangkan proses degradasi bisa melibatkan apa saja termasuk melibatkan panas dan cahaya. Dan selama plastik masih terbuat dari minyak bumi, bisa dipastikan plastik tersebut sangat sulit untuk di-biodegradasi, sehingga hanya bisa didegradasi dengan bantuan panas dan cahaya. Selain itu, yang ter-biodegradasi pada plastik oxium hanyalah zat aditif-nya.

Hasil akhir dari penguraian adalah material organis yang bentuknya menyerupai tanah. Sedangkan hasil akhir pemecahan adalah potongan plastik berukuran sangat kecil, yang masih mengandung racun. Memang dengan proses tersebut kantong plastik yang nampak dan kemarin kita pegang menjadi tidak ada, namun tidak ada bukan berarti hilang, plastik-plastik tersebut sebenarnya masih ada namun kita tidak melihatnya. Sampai sekarang belum banyak penelitian yang bisa menunjukkan ke mana perginya potongan-potongan plastik tersebut. Tetapi diduga, potongan-potongan plastik ini bertebaran di udara, air, dan permukaan tanah. Bayangkan apa yang terjadi jika setiap potong plastik merepresentasikan racun yang berbahaya bagi manusia.

Namun menggunakan plastik oxium, tentulah memberikan manfaat, tetapi tidak seperti yang dibayangkan para penggunanya. Yang sekarang jadi pertanyaan adalah, apa sebenarnya tujuan kita menjauhi kantong kresek biasa dan beralih ke oxium? Apakah kita sekedar ingin menghindari menumpuknya sampah plastik? Atau kita juga ingin menghindari racun-racun yang ada pada plastik? Jika plastik oxium yang diklaim ramah lingkungan ini benar-benar bisa menghilang dalam 2 tahun, maka hanya masalah pertama yang bisa teratasi.

tas kresek

Namun sayangnya, dalam plastik oxium atau kantong plastik “ramah lingkungan” terkandung zat aditif seperti timbal dan kobalt yang bertujuan agar kantong plastik tersebut hancur dengan sendirinya namun alih-alih memperoleh manfaat, tetapi justru berbalik menjadi bumerang dan mengancam keberlangsungan rantai ekosistem. Karena hal inilah, kemudian US Council of Better Business Bureaus menyarankan untuk berhenti menggunakan istilah “ramah lingkungan”. Beberapa fakta kantong plastik “ramah lingkungan” ternyata tidak ramah pada lingkungan hidup.

tas kresek

Efek bahaya penggunaan plastik ramah lingkungan yakni:

Kantong plastik dengan embel-embel ramah lingkungan sebenarnya tidak dapat didaur ulang menjadi bahan baku plastik lagi. Keberadaannya alih-alih akan tetap ada di muka bumi dalam berbagai bentuk seperti berbentuk serpihan-serpihan dan terbang kemanapun bercampur dengan polutan lainnya.

Zat aditif yang ada dan terkandung di dalamnya akan menyebabkan kantong plastik tersebut tidak dapat hancur dalam proses komposting. Hal ini yang akan memungkinkan terjadinya pengaruh ammonia dan gas lainnya yang dihasilkan mikroorganisme dalam kompos.

Selain zat aditif, toksisitas yang terkandung pada kantong plastik ramah lingkungan justru akan membahayakan invertebrata, burung serta ikan-ikan yang memakannya.

Karena itu, menilik efek yang dikandung dari efek lingkungan yang dihasilkan, penggunaan plastik oxium yang diklaim ramah lingkungan ternyata tidak lebih baik dibandingkan dengan kantong kresek biasa. Racun yang ada pada kantong kresek biasa bisa dikatakan sama dengan yang ada pada plastik oxium, tapi kantong kresek biasa tidak mudah rusak, sehingga lebih tahan lama dan lebih bisa dipakai berulang-ulang. Jadi untuk racun dengan jumlah sama, kantong kresek punya manfaat yang lebih banyak dibanding plastik oxium.

Setelah kita mengetahui lamanya kantong plastik yang akan terurai bahkan hingga berpuluh-puluh tahun hingga ratusan tahun, sebaiknya kita meminimalisir penggunaan kantong plastik terutama ketika kita berbelanja di tempat belanjaan dengan menggunakan kantong belanja sendiri. Atau agar nampak lebih keren, kita bisa menggantinya dengan totebag berbahan kanvas yang tahan lama dan tentu bisa digunakan berulang-ulang tanpa takut rusak karena beban terlalu berat. Selain itu, totebag kanvas ini bisa sekaligus digunakan sebagai ajang promosi meminimalisir penggunaan kantong plastic.

tas kresek
Sedangkan dalam pembuatan tas souvenir, tas pelatihan atau tas seminar jarang sekali dibuat dari bahan plastik yang menjadi sampah. Bahan tas seminar kebanyakan terbuat dari polyster dan dinier. Sekedar informasi, bagi Anda yang berminat memesan tas seminar, Vivass Bag siap melayani dengan aman, cepat dan berkualitas ditambah gratis ongkir ke seluruh daerah di Indonesia dengan minimum pemesanan 30pcs. Dapatkan harga tas seminar murah dengan tetap menjaga kualitas. Mengapa bisa lebih murah? Karena Anda akan mendapatkan harga langsung dari produsennya. Vivass Bag merupakan konveksi tas seminar/produsen tas seminar/pabrik tas di Jogja yang telah berpengalaman sejak tahun 90-an.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked