Bahan Dasar Pembuatan Tas Kulit Dibandrol dengan Harga Selangit

Tentu seawam-awamnya kita dalam dunia fashion, kita tahu bahwa terdapat berbagai bahan alami yang sangat berkualitas yang dijadikan bahan dasar pembuatan tas kulit, dompet, sabuk, sepatu dan berbagai perlengkapan fashion lainnya. Bahan tersebut berupa kulit binatang dari yang mudah di dapat hingga yang sulit di dapat bahkan termasuk dalam satwa yang dilindungi.

Artikel terkaitJenis-jenis Kain sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tas

Alasan kulit menjadi bahan utama pembuatan produk-produk fashion dikarenakan kulit dikenal sebagai salah satu jenis bahan yang fleksibel digunakan dan dibuat melalui proses penyemakan kulit binatang. Jenis-jenis kulit binatang yang biasa diolah menjadi bahan yang siap pakai juga memiliki berbagai variasi dan tentunya bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dari si pemakai.

Berbagai bahan dasar pembuatan tas kulit yang biasa dipakai diantaranya kulit harimau, kulit banteng, kulit ular, kulit sapi, kulit kambing, kulit domba, kulit buaya, kulit kadal, kulit rusa, kulit babi dan berbagai kulit binatang lainnya.

Jika kalian tertarik untuk berbisnis dan memulai produksi bahan-bahan fashion alangkah baiknya jika kalian tidak tergesa gesa dan pelajarilah terlebih dahulu berbagai jenis kulit hewan mana saja yang paling sering digunakan, dan mana yang paling menguntungkan. Misalnya, jika kalian memiliki anggapan jika produk fashion yang berbahan kulit harimau sangat digemari dan menguntungkan, namun berpikirlah jika mencari kulit harimau saat ini sangatlah sulit dan sangat beresiko karena mengingat harimau merupakan hewan yang dilindungi sekaligus satwa merupakan satwa liar. Selebihnya, mengetahui bahan kulit dengan baik akan menghindarkan kalian terjebak membeli bahan imitasi.

Bahan dasar pembuatan tas kulit tidak hanya di Indonesia, namun juga digunakan di mancanegara, namun dari berbagai macam kulit yang bisa digunakan untuk bahan kerajinan fashion, ada beberapa kulit yang paling sering digunakan dan menjadi favorit bagi para pengrajin dan produsen. Produk fashion yang berasal dari kulit-kulit tersebut dianggap menghasilkan barang yang sangat memuaskan karenanya para produsen kerajinan fashion selalu mengejar kulit-kulit tersebut. Kulit-kulit yang menjadi incaran para pengrajin dan produsen fashion di antaranya kulit sapi, kulit ular, kulit buaya, dan kulit domba. Berikut beberapa macam kulit yang bisa digunakan untuk bahan dasar pembuatan tas kulit.

Kulit Buaya

bahan dasar pembuatan tas kulit

Tas berbahan dasar kulit buaya – sumber: 1stdibscdn.com

Kulit buaya menjadi bahan favorit para pengrajin dan produsen fashion khususnya untuk pembuatan fashion tas meski untuk harganya merupakan bahan yang paling mahal dibandingkan bahan kulit lainnya, baik bahan yang mentah atau yang sudah berupa olahan hand made. Produk fashion yang berasal dari kulit buaya dianggap memiliki kualitas yang sudah tidak diragukan lagi. Kendati kulit buaya sangat sulit untuk diproses dan rumit, bahan ini memiliki karakteristik yang tebal, kuat, tahan lama, dan dianggap memiliki keindahan tekstur yang menarik sehingga menghasilkan produk fashion yang sangat mewah dan elegan.

Wajar jika kemudian produk fashion yang berasal dari kulit buaya dibandrol dengan harga yang tinggi dan bisa dibilang hanya bisa dijangkau oleh kelas atas. Karena selain unik dan berkualitas, bahan kulit buaya juga merupakan kulit yang paling susah didapatkan.

Tentunya, harga barang mentah berbanding lurus dengan harga produk yang dihasilkan, sebutlah brand premium seperti koleksi Louis Vuitton atau bahkan Hermes akan lebih memilih kulit ular atau buaya untuk dijadikan bahan bakunya karena seperti yang telah disebutkan di atas, bahan baku tersebut memiliki kualitas yang bagus dibandingkan kulit lainnya. Tak heran jika tas dan produk fashion yang berasal dari kulit buaya di bandrol hingga puluhan juta bahkan ratusan juta.

Kini beberapa brand produsen fashion mengembangkan teknologinya sehingga meski terbuat dari kulit tidak nampak kaku alih-alih ringan seperti Balenciaga. Dan sebagai informasi tambahan,selain menggunakan kulit asli, produk tas bisa menggunakan kulit sintesis biasanya digunakan untuk tas ransel, tas anak sekolah dan tas kebutuhan lainnya sebagai bahan baku sehingga menghasilkan produk yang lebih terjangkau. Kulit sintesis ini mirip dengan hewan namun tentu kualitasnya tidak sebagus kulit asli.

Di Indonesia sendiri, daerah yang paling terkenal yakni Papua, khususnya kota Merauke sebagai sentra perajin kulit buaya. Jenis buaya yang biasa digunakan sebagai bahan baku kerajinan yakni kulit buaya tawar dan kulit buaya muara atau air asin yang tentu keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Untuk buaya air tawar memiliki motif yang lebih menonjol dan memiliki ukuran yang lebih pendek sedangkan buatan muara memiliki struktur kulit yang unik dan tegas tetapi keduanya sama-sama bagus jika digunakan sebagai bahan baku kerajinan fashion.

Namun proses penyamakan kulit buaya bisa dibilang cukup lama, dan butuh sekitar 12 hari untuk menguliti hingga tuntas, ditambah dengan proses pewarnaan dan pembuatan produk yang harus rapi dan rinci. Untuk pemasarannya, kulit buaya tidak selaku kulit sapi, namun juga tidak bisa digolong sepi karena peminat kulit buaya memang rata-rata adalah mereka yang mencari karena hobi atau untuk koleksi selain karena juga susah dicari.

Proses penyamakan yang biasa digunakan oleh pengrajin kulit di Papua biasanya menggunakan cara-cara manual untuk menjaga tekstur kulit untuk menjaga kehalusan dan kualitas kulit itu sendiri dibandingkan jika menggunakan mesin.

Kendati buaya merupakan salah satu hewan yang dilindungi, pemerintah Papua melegalkan kerajinan buaya karena kerajinan buaya dianggap sebagai kerajinan yang membanggakan dan merupakan aset daerah Papua.

Selain proses penyamakan hingga produksi yang cukup menguras waktu, kulit buaya juga ternyata membutuhkan perawatan khusus agar mendapatkan hasil yang maksimal memiliki kualitas yang awet dan tahan lama. Beberapa perawatan yang harus dilakukan seperti menggosokkan baby oil atau lap untuk membersihkan noda dan kotoran serta membuat kulit lebih mengkilap, kulit juga tidak bisa terkena air jika hal tersebut terjadi, maka segeralah dilap dibersihkan kemudian dijemur di bawah terik matahari langsung. Kulit juga akan lebih baik jika tidak disimpan di tempat yang lembab.

Informasi lainnya terkait kulit buaya yakni, ternyata buaya yang boleh disamak kulitnya minimal berusia satu tahun atau yang sudah memiliki lebar perut sekitar 12 inch. Pada tahun 2015, brand terkenal Louis Vuitton mengeluarkan koleksi yang berbahan baku kulit buaya dan terjual dengan harga USD 55.000 atau Rp 754 juta. Selain LV, brand tas lainnya yakni Hermes mengeluarkan tas Birkin-nya yang juga terbuat dari kulit buaya dan harganya mencapai 1,3 milliar rupiah atau USD 100.000.

Selain produsen tas, produsen sepatu mewah Italia, A. Testoni juga memproduksi sepatu kulit buaya dengan harga sekitar 450 juta rupiah atau seharga USD 38.000.

Kulit Ular

bahan dasar pembuatan tas kulit

Tas berbahan dasar kulit ular – sumber: cdn.lookastic.com

Kulit ular seperti kulit domba, sama-sama memiliki karakteristik yang halus, lembut namun tipis sehingga tidak begitu kuat. Tetapi yang menjadi daya tarik dari kulit ular yakni teksturnya yang unik karena adanya sisik-sisik dengan berbagai corak yang indah dan menarik dan eksotis.

Selain biasa digunakan untuk membuat tas, kulit ular juga biasa digunakan sebagai bahan baku dari dompet dan sepatu. Ular adalah binatang reptile yang kulitnya bisa dimanfaatkan, namun sayangnya tidak semua hewan reptile bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku fashion. Dan dibandingkan dengan kulit lainnya, kulit ular sama dengan kulit buaya, memiliki harga yang cukup mahal.

Kulit Sapi

bahan dasar pembuatan tas kulit

Tas berbahan dasar kulit sapi – sumber: cdn.shopify.com

Kulit sapi merupakan bahan yang paling sering digunakan untuk pembuatan produk kerajinan fashion seperti tas, sabuk, sepatu, dan berbagai produk kerajinan fashion lainnya. Banyaknya ketersediaan bahan dasar pembuatan tas kulit dari sapi menjadikan harganya sangat terjangkau dan menjadi barang yang digemari di kelas menengah ke bawah. Selain itu, karakteristik kulit sapi yang cukup tebal, kuat, dan tahan lama dengan permukaan yang nampak seperti kerikil-kerikil kecil dianggap menarik dan menjadi nilai plus. Jika dibandingkan dengan kulit domba, kulit sapi pun masih jauh lebih tebal.

Kulit Domba

bahan dasar pembuatan tas kulit

Tas berbahan dasar kulit domba – sumber: ioffer.com

Jika dibandingkan dengan kulit sapi atau kulit kambing, kulit domba memiliki karakteristik yang sangat lembut, halus, ringan serta bisa menyerap air dengan baik. Namun, sisi negatif lainnya, kulit domba tidak begitu kuat sehingga jarang digunakan untuk membuat pakaian jaket yang biasa digunakan untuk bepergian atau berkendara namun lebih sering digunakan untuk membuat produk fashion yang sekaligus dengan wolnya seperti jaket fashion, rompi dan karpet. Bahan dasar pembuatan tas kulit menggunakan kulit domba biasanya cenderung lebih murah karena ketersediaan bahannya yang sangat mudah di dapatkan.

Kulit Kambing

bahan dasar pembuatan tas kulit

Tas berbahan dasar kulit kambing – sumber: cdn.shopify.com

Kulit kambing juga menjadi salah satu bahan dasar pembuatan tas kulit yang mudah ditemukan sehingga memiliki harga yang terjangkau dibandingkan dengan kulit buaya dan ular. Selain itu, kulit kambing juga memiliki tekstur yang cukup kuat, halus dan tahan lama mirip dengan tekstur kulit sapi namun lebih ringan dibandingkan dengan kulit sapi. Biasanya kulit kambing digunakan untuk membuat sarung tangan, tas, dan karpet.

Bahan Dasar Pembuatan Tas Kulit Membutuhkan Perawatan Khusus

Memang setiap perawatan berbeda-beda disesuaikan dengan bahan dasarnya, tidak seperti tas seminar atau tas lainnya yang terbuat dari kain, produk fashion dari kulit buaya, produk fashion yang berbahan baku kulit membutuhkan setuhan perawatan yang berbeda. Karena kan sayang jika sudah mahal-mahal dan susah mendapatkan fashion berbahan kulit tetapi tidak terjaga dan terawat dengan baik, bisa jadi termakan kecoa atau tikus. Jika fashion terawat baik, maka kalian bisa menikmatinya dalam jangka waktu yang lama selain sebagai bentuk investasi. Berikut beberapa cara agar produk fashion berbahan kulit yang kalian miliki tahan lama.

  • Jangan sampai terkena air secara langsung, karena tentunya jika terkana air barang-barang kalian yang berasal dari kulit akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
  • Selain air, kalian juga harus hati-hati dengan api, karena percikan api seperti puntung rokok misalnya akan merusak barang kulit kalian sehingga kualitas akan berkurang.
  • Simpanlah barang kalian di tempat yang memiliki kulit udara yang cukup dan jangan ditaruh di tempat yang lembab atau bahkan disimpan di kardus atau kotak sepatu yang tidak aman dari kecoa, tikus dan hewan-hewan pengganggu lainnya.

Selanjutnya, yang perlu diingat yakni kita tidak boleh serakah dan merusak sesama makhluk lainnya. Kita boleh menggunakan barang-barang yang berasal dari kulit secara berlebihan, terlebih untuk kulit-kulit dari hewan langka dan dilindungi seperti harimau dan buaya. Pakailah dalam kadar yang cukup agar satwa tersebut tidak mengalami kepunahan dan terjaga kelestariannya.

Jangan lewatkan artikel kami sebelumnya ‘Tas Seminar Bandung Terbaru dan Trendy Pesanan Dinas Kesehatan Banjarnegara’

Apabila Anda membutuhkan tas seminar, silahkan langsung konsultasikan dengan kami. Dapatkan tas seminar murah dan berkualitas langsung dari tangan produsennya, Vivass Bag.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked